Patogenesis dan Tata Laksana Gagal Jantung Terkini
Pandangan baru
patofisiologi Gagal Jantung saat ini berbeda dengan patofisiologi yang selama
ini dipakai sebagai pegangan dalam memberikan pengobatan. Dahulu, Gagal
Jantung dianggap sebagai kegagalan kontraktilitas (bersifat mekanikal) yang
menyebabkan abnormalitas hemodinamik. Obat utama yang selalu dipakai selama
tenggang waktu tersebut adalah digitalis dan diuretik, namun ternyata
obat-obatan tersebut hanya bermanfaat mengurangi gejala sesak napas dan
retensi cairan tubuh, tapi sama sekali tidak meningkatkan kualitas hidup dan
tidak mengurangi mortalitas seta efek pengobatannya tidak berlangsung lama.
(1)
Teori patofisiologi Gagal Jantung yang baru lebih menekankan
pada remodelling miokard dan kelainan fungsi neuroendokrin berupa aktivasi
adrenergik dan perubahan Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron yang
mengakibatkan terjadinya disfungsi ventrikel. Remodelling merupakan proses
selular-molekular kompleks yang menimbulkan perubahan pada struktur dan fungsi
dan fenotipe otot jantung. Perubahan ini berbentuk hipertrofi, apoptosis dari
sel miosit, dan perubahan kuantitas serta komposisi jaringan matriks
ekstraselular(2).
Dari beberapa penelitian telah terbukti
bahwa obat-obat yang dapat menetralkan efek stress mekanikal pada miokard atau
obat yang dapat menghambat angiotensin dan norepinefrin (seperti penyekat ACE,
beta-blockers, dan vasodilator) ternyata dapat memperlambat progresifitas
disfungsi ventrikel. Selanjutnya pada pemakaian klinis obat-obat tersebut
terbukti dapat mengurangi gejala-gejala Gagal Jantung serta berhasil
mengurangi morbiditas dan mortalitas akibat Gagal Jantung. Hal inilah yang
menjadi dasar yang rasional pengobatan Gagal Jantung saat ini.
Adapun
obat-obat beta-blockers yang dipakai untuk maksud ini antara lain Carvedilol,
Bisoprolol, dan Metoprolol. Beberapa kepustakaan juga menyebutkan mengenai
adanya efek anti oksidan pada Carvedilol.
Referensi:
1.
Suryadipraja, Miftah, Paradigma Baru Patofisiologi dan Panatalaksanaan
Gagal Jantung Kongestif, PIT VII, 2002
2. Givertz Michael M,
Colucci Wilson S, New Targets for Heart Failure Therapy : endothelin,
inflammatory cytokines, and oxidative stress, Lancet, 1998, 252 ( suppl I
) : 3438