Paclitaxel merupakan salah satu zat golongan taxane yang yang mulai banyak
digunakan sejak tahun 90-an sebagai alternatif kemoterapi. Berbagai hasil
penelitian menunjukkan bahwa Paclitaxel jauh lebih unggul dibandingkan
kemoterapi yang telah ada sebelumnya untuk beberapa jenis kanker tertentu.
Oleh karena itu Paclitaxel kini menjadi kemoterapi pilihan pertama untuk
kanker payudara, kanker paru dan kanker ovarium baik kemoterapi tunggal maupun
kombinasi dengan golongan antrasiklin atau platinum.
Paclitaxel berasal
dari ekstrak kulit pohon pinus Taxus brevifolia. Teknik yang berkembang
sekarang untuk menghasilkan ekstrak yang memiliki efektivitas sebagai anti
tumor ini adalah dengan menggunakan teknologi kultur sel. Sebelumnya, untuk
memproduksi paclitaxel menjadi zat aktif dilakukan secara semisintetik dari
sejumlah besar pohon. Diperlukan 6 pohon Taxus brevifolia tertentu demi
mendapatkan paclitaxel 2 gram untuk 1 pasien. Dengan proses ekstraksi dan
pemurnian yang demikian kompleks ini mengakibatkan harga jual paclitaxel mahal
dan dari segi lingkungan tentu akan mengganggu sistem ekologi.
Teknologi Kultur Sel
Teknik produksi yang kompleks tersebut akhirnya
dapat dikembangkan oleh salah satu perusahaan farmasi Korea (Samyang
Coorporation) tahun 1995 dari jenis pinus yang berbeda, yaitu Taxus chinensis.
Metode produksi biakan dari kalus (sejumlah kecil sel kulit pohon pinus) dari
satu jenis pohon kemudian dilakukan kulturisasi dan pemurnian. Dengan cara
yang baru pertama kali dan satu-satunya di dunia ini, dapat diperoleh
paclitaxel dengan skala produksi yang besar dan bisa dijual dengan harga lebih
ekonomis.
Selain itu, karena dikultur, bisa diperoleh kualitas yang
relatif stabil serta memiliki kemurnian yang tinggi karena berasal dari sumber
yang sama. Metode demikian kemudian dikenal dengan nama kultur sel tanaman.
Pada tahun 1999 zat aktif paclitaxel dengan metode kultur sel akhirnya diakui
pertama kali oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan dan tahun 2001 Paclitaxel
dengan kultur sel tanaman disetujui menjadi kemoterapi untuk berbagai jenis
kanker. Di Indonesia sendiri paclitaxel dengan teknologi kultur sel tersebut
telah hadir tahun 2003 dipasarkan oleh perusahaan farmasi nasional PT. Kalbe
Farma dengan nama dagang Paxus.
" Berita mengenai peluncuran product Paxus . . ."