It is with great pride that the Board of Commissioners would like to report Kalbe’s overall performance for the year 2010. Net sales grew 12.5% relative to the year 2009, reaching to Rp 10.23 trillion in 2010, while net income recorded was Rp 1.29 trillion, an increase of 38.5% compared to net income in 2009.
Kalbe’s sales achievement in 2010, exceeding Rp 10.23 trillion or over USD 1 billion represents an impressive accomplishment that we all should be grateful for, as it is a tangible outcome of outstanding work by management and by all employees of Kalbe Group, more than 15,000 people who continually persevered in upgrading the quality of their work.
Our growth is also supported by Indonesia’s macro economic conditions, maintaining a positive position throughout 2010, with 6.1% growth, considerably stronger than the 4.3% figure for 2009. While inflation rose on the back of rising world food prices toward the end of 2010, all of 2010 was a generally good year for the pharmaceutical and healthcare industries.
In 2010, the pharmaceutical industry also benefited from a stable, and in fact strengthening, Rupiah against the US Dollar. Hence raw material import prices, which remain the major component of drug production, stayed at a relatively stable level. This also contributed to the rising gross profit margin for Kalbe in 2010.
Furthermore, net sales growth of 12.5% during 2010 became a more exceptional accomplishment, as most of that growth, or about 10%, was yielded by increased volume and not induced by price increases.
The main factor behind Kalbe’s impressive achievement in 2010 was the performance from the Board of Directors and the entire management team at Kalbe Group in their excellent execution of strategic plans and demonstration of satisfactory performance in managing the challenges and opportunities faced in the pharmaceutical and healthcare industry in 2010.
Kalbe growth strategy rests on the continuously enhanced three pillars of Productivity-Innovation-Cash Flow (PIC), which was launched in 2009. We have again witnessed in 2010 the progress of development by the Board of Directors into various aspects with more depth and scope across the organization at the Kalbe Group.
Intensive improvement initiatives related to productivity were conducted through the mobilization and promotion of CONIM (continuous improvement) at all levels of employees. If in previous years CONIM was addressed on individual levels, in 2010 the efforts were raised to the level of mutual cooperation via the formation of various Innovation Groups, which are encouraged to contribute a continuous stream of innovation targeting the production process. The number of ideas that were collected from employees kept rising rapidly and is expected to continue rolling into a major innovative force.
Enhancements in the end-to-end supply chain from the initial stage of raw material procurement to finished product inventory, production, product logistics and up to distribution continued to yield better results as reflected in the net operating cycle, which dropped significantly as well as the improvement in working capital management during 2010.
In line with the expansion of the Kalbe Group into its current coverage of 20 subsidiary companies and growing business units, there is increasing need for formulation of internal values or corporate culture to serve as uniform guidelines of acceptable conducts for all employees of the Kalbe Group. By extracting the core values in the history of Kalbe, beginning with its foundation 44 years ago, during 2010 we have formulated five values known as “Panca Sradha Kalbe”, which are: Trust, Mindfulness, Innovation, Strive to be the Best and Interconnectedness.
The Panca Sradha Kalbe consists of five core values which are inherited from the founders of Kalbe, who believe that good governance is the foundation for sustainable growth. With the determined socialization of Panca Sradha Kalbe, aligned with the implementation of GCG principles, it is more readily possible to establish references and standard systems that are binding to all employees - including the Directors, Commissioners and shareholders – with respect to implementing good corporate governance principles.
Reflecting on outstanding operational and financial achievements recorded in 2010, the Board of Commissioners places high expectation for and maintains confidence in Kalbe’s business prospects for the coming years, as prepared by the Board of Directors.
Our optimism is based on at least two important factors in the pharmaceutical and healthcare industries. The first factor is Indonesia’s per capita drug consumption, which is still low among ASEAN countries. Indonesia’s health spending on average is only about 2.5% of gross domestic product, well below the Philippines (3.2%), Malaysia (4.2%) and Vietnam (6%). With such low consumption, it is anticipated that there will be significant increase in health spending in the future, along with higher levels of income and prosperity among the people.
This is further reinforced by the second factor, which has to do with plans formulated by the Government of Indonesia for implementation of Law No.40/2004 concerning a National Social Security System (SJSN) which includes stipulations for a health insurance system, inevitably leading to stronger growth for the pharmaceutical and healthcare industries. In addition, Law No.36 Year 2009, concerning Health, was enacted on October 13, 2009. Among others, this law stipulates that the Government health budget allocation must be at least 5% of the overall state budget.
In closing, on behalf of the Board of Commissioners, we express many thanks to all employees, those who have demonstrated dedication, passion and sincerity in working to develop Kalbe to its current level of advanced growth. Special recognition is proffered to the Board of Directors and Management for having properly performed their duties and responsibilities, not only because of the outstanding outcomes generated but also for fine execution of process. In our opinion, the process is critical because it ensures that our business remains sustainable.
We also thank all shareholders and stakeholders for their support, trust and cooperation. With our unity continually strengthened, we are optimistic the Kalbe would be able to face opportunities and deal with challenges in coming years.
BAHASA INDONESIA
Izinkan kami sebagai Dewan Komisaris menyampaikan kabar yang membanggakan atas pencapaian Kalbe di tahun 2010. Penjualan bersih tumbuh 12,5% dibandingkan tahun 2009 mencapai Rp 10,23 triliun pada tahun 2010, sementara laba bersih mencapai Rp 1,29 triliun atau meningkat 38,5% dibandingkan laba bersih tahun 2009.
Pencapaian penjualan bersih Kalbe yang menembus Rp 10,23 triliun atau di atas USD 1 miliar, merupakan sebuah prestasi mengesankan yang patut kita syukuri bersama karena merupakan hasil nyata dari kerja cerdas manajemen dan seluruh karyawan Grup Kalbe, lebih dari 15.000 orang jumlahnya, yang terus menerus tak henti meningkatkan kualitas kerjanya.
Pertumbuhan kami ditunjang pula oleh kondisi perekonomian makro Indonesia yang sangat positif sepanjang tahun 2010 dengan pertumbuhan 6,1% yang meningkat pesat dari pertumbuhan 4,3% di tahun 2009. Walau pada akhir tahun 2010 inflasi meningkat karena kenaikan harga pangan dunia, secara umum tahun 2010 merupakan tahun yang baik bagi industri farmasi dan kesehatan.
Industri farmasi tahun 2010 juga diuntungkan oleh nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang stabil dan cenderung menguat sehingga harga impor bahan baku, yang merupakan komponen utama produksi obat, berada dalam tingkat yang stabil. Hal tersebut mendukung peningkatan marjin laba kotor Kalbe di tahun 2010.
Selain hal tersebut, tingkat pertumbuhan penjualan bersih sebesar 12,5% di tahun 2010 menjadi istimewa karena sebagian besar atau sekitar 10%, dikarenakan peningkatan volume bukan karena kenaikan harga produk.
Faktor utama di balik pencapaian mengesankan Kalbe di tahun 2010 adalah Direksi dan seluruh tim manajemen Grup Kalbe yang telah melaksanakan secara prima rencana-rencana strategis dan menunjukkan kinerja yang memuaskan dalam mengelola tantangan dan peluang industri farmasi dan kesehatan tahun 2010.
Strategi pertumbuhan Kalbe yang bertumpu pada tiga pilar penyempurnaan Productivity-Innovation-Cash Flow (PIC) yang dicanangkan sejak tahun 2009, kami saksikan terus dikembangkan oleh Direksi selama tahun 2010 ke berbagai aspek yang lebih mendalam dan lebih meluas di dalam organisasi Grup Kalbe.
Penyempurnaan berkelanjutan di bidang produktivitas terus ditingkatkan melalui mobilisasi dan rangkaian konvensi CONIM (continuous improvement) seluruh jenjang karyawan. Bila di tahun-tahun sebelumnya CONIM bersifat individu, maka di tahun 2010 prakarsa ini diangkat ke tingkat kerja sama kelompok melalui pembentukan beragam Kelompok Inovasi yang didorong untuk menyumbangkan inovasi-inovasi yang bermanfaat dalam proses produksi. Jumlah ide-ide yang tergali dari karyawan terus meningkat pesat dan diharapkan terus bergulir menjadi kekuatan inovatif yang besar.
Penyempurnaan rantai pasokan secara end-to-end dari tahap pembelian bahan baku, persediaan barang jadi, produksi, pengaturan persediaan produk hingga distribusi terus berlangsung dan memberikan hasil-hasil yang semakin mantap yang tercermin dari siklus operasional bersih yang turun secara signifikan serta pengelolaan modal kerja yang membaik selama tahun 2010.
Seiring dengan semakin membesarnya organisasi Grup Kalbe, yang kini menaungi 20 anak perusahaan dan unit-unit bisnis yang semakin banyak jumlahnya, secara internal dibutuhkan rumusan values atau nilai-nilai budaya perusahaan yang dapat menjadi pedoman bersikap dan bertindak bagi seluruh karyawan Grup Kalbe. Melalui penggalian nilai-nilai utama dalam sejarah Kalbe sejak didirikan 44 tahun yang lalu, pada tahun 2010 dirumuskan lima pedoman nilai “Panca Sradha Kalbe” yaitu Kepercayaan, Kesadaran, Inovasi, Upaya Menjadi yang Terbaik, dan Keterkaitan.
Panca Sradha Kalbe adalah lima nilai utama yang diwariskan dari para pendiri Kalbe yang berkeyakinan bahwa tata kelola yang baik adalah landasan pertumbuhan yang berkelanjutan. Melalui sosialisasi Panca Sradha Kalbe yang sejalan dengan penerapan GCG ini, maka lebih mudah terbentuk acuan dan sistem baku yang mengikat seluruh karyawan – termasuk Direksi, Komisaris, pemegang saham – untuk menjalankan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Berkaca pada pencapaian-pencapaian operasional dan finansial mengesankan yang dicapai tahun 2010, Dewan Komisaris menaruh harapan dan kepercayaan yang tinggi pada prospek usaha Kalbe di tahun-tahun mendatang yang disusun Direksi.
Optimisme kami setidaknya didasarkan pada dua faktor penting di industri farmasi dan kesehatan. Faktor pertama adalah konsumsi obat per kapita Indonesia yang masih rendah di antara negara-negara ASEAN. Pembelanjaan kesehatan Indonesia rata-rata hanya sekitar 2,5% dibandingkan produk domestik bruto, jauh di bawah Filipina (3,2%), Malaysia (4,2%) dan Vietnam (6%). Dengan konsumsi yang rendah ini diperkirakan akan terjadi peningkatan belanja kesehatan yang cukup tinggi di masa depan, seiring dengan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Hal ini diperkuat oleh faktor kedua, yaitu rencana Pemerintah mengimplementasikan UU No.40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang di dalamnya terkandung sistem asuransi kesehatan, yang sudah tentu akan menciptakan potensi pertumbuhan bagi industri farmasi dan kesehatan. Selain itu, UU No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan telah disahkan pada tanggal 13 Oktober 2009, yang antara lain menyebutkan bahwa anggaran kesehatan Pemerintah dialokasikan minimal 5% dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Sebagai penutup, atas nama Dewan Komisaris, kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh karyawan yang telah menunjukkan dedikasi, semangat dan kesungguhan dalam bekerja mengembangkan Kalbe ke tingkat pertumbuhan lanjut dewasa ini. Penghargaan secara khusus disampaikan kepada Direksi dan Manajemen yang telah melakukan tugas dan tanggung jawab dengan baik, tidak saja karena memberikan hasil yang baik, namun juga melaksanakan proses dengan baik. Menurut kami, proses adalah hal yang amat sangat penting karena inilah yang menjamin bisnis tetap lestari.
Terima kasih pula atas dukungan, kepercayaan dan kerja sama dari pemegang saham dan segenap pemangku kepentingan. Melalui kebersamaan yang terus diperkuat, kami optimis Kalbe mampu menghadapi peluang dan tantangan di masa depan.