Rating : ratings 0.0%

Depresi dapat Mempengaruhi Harapan Hidup Pasien Kanker

(17-Sep-2009)
Oleh: LHS
Print Preview
Depresi dapat Mempengaruhi Harapan Hidup Pasien KankerKalbe.co.id - Mood depresi sering dialami pasien yang menderita suatu penyakit kronis, khususnya kanker. Diketahui bahwa masalah kondisi psikologis satu-satunya yang dialami sebagian besar pasien kanker adalah depresi. Pernah dilaporkan insiden terjadinya depresi pada pasien ca payudara sebesar 60%. Prevalensi depresi semakin meningkat sejalan dengan progresifitas penyakit dan gejala yang dialami.

Suatu survei yang pernah dilakukan mengemukakan bahwa ternyata pasien kanker serta onkologis berpendapat mood depresi dapat mempengaruhi progresifitas penyakit kanker. Namun belum ada bukti sahih mengenai hal tersebut. Suatu studi meta-analisis terbaru yang akan disampaikan berikut ini menilai sejauh mana gejala dan kelainan depresi mayor mempengaruhi progresifitas dan harapan hidup pasien kanker. Berikut ringkasannya :
Studi : (Satin. Jillian R, Linden. W, Phillips, Melanie J)
Metoda : Studi meta-analisis
Tujuan primer : menilai dampak depresi (termasuk kelainan depresif dan gejala depresi) terhadap progresifitas dan mortalitas pasien kanker.
Hasil :
Ditemukan 5 artikel (n=2.097) yang menilai dampak depresi terhadap rekurensi kanker (publikasi antara tahun 1992 – 2008)
Risk Ratio gejala depresi terhadap progresifitas kanker sebesar 1,23 (95% Confidence Interval [CI], 0,85 – 1,77, p=0,275).
  • Ditemukan 27 studi observasional (n=9.417) yang menilai dampak depresi terhadap mortalitas (publikasi antara tahun 1990 – 2009). Jenis kanker : ca payudara, ca paru, ca otak, melanoma, keganasan hematologi, dsb.
  • Risk ratio gejala depresi terhadap peningkatan mortalitas sebesar 1,25 (95% CI, 1,12 – 1,40, p<0,01).
  • Risk ratio depresi minor / mayor terhadap peningkatan mortalitas sebesar 1,39 (95% CI, 1,10 – 1,89, p=0,03).
  • Dampak depresi terhadap mortalitas terlihat pada penelitian – penelitian dengan waktu pemantauan selama 5 tahun atau kurang (p=0,001) maupun di atas 5 tahun (p=0,024).
  • Setelah dilakukan penyesuaian terhadap faktor prognosis lainnya, depresi tetap secara bermakna merupakan faktor prognosis peningkatan mortalitas.

Kesimpulan :
Depresi merupakan prediksi mortalitas, namun tidak progresifitas, pasien kanker. Hubungan tersebut bermakna secara statistik namun besarnya relatif kecil. Dampak depresi terhadap mortalitas tetap terlihat setelah adjustment, sehingga mengindikasikan depresi memiliki peran kausal.

Kanker dan Mood Depresi

Mekanisme psikofisiologi depresi dengan perjalanan penyakit kanker meliputi disregulasi aksis hipotalamus – hipofisis – adrenal, terutama variasi diurnal kortisol dan melatonin. Kondisi depresi juga mempengaruhi komponen imunitas sehingga dapat mempengaruhi harapan hidup. Selain itu, keadaan depresi juga berpengaruh buruk terhadap kepatuhan pasien berobat.

Suatu penelitian pada hewan coba menunjukan timbulnya gejala /perilaku depresi /ansietas pada mencit dengan ca mammae. Terjadi peningkatan produksi sitokin proinflamasi di hipokampus dan perifer yang menginduksi gejala / perilaku depresif. Kadar corticosterone, yang menghambat penghantaran sinyal sitokin tersebut, mengalami supresi.

Keadaan depresi, baik akibat tumor secara langsung maupun dampak psikologisnya, merupakan hal sering terjadi dan diperlukan perhatian tersendiri, baik oleh pihak keluarga maupun klinisi. Selain berdampak buruk terhadap kualitas hidup, kepatuhan terapi, ternyata dari studi meta-analisis di atas depresi berdampak negatif terhadap harapan hidup pasien (meskipun dampaknya relatif kecil).


Bookmark and Share

Related Articles: