
Kalbe.co.id - Bagi pembaca yang sering mengkonsumsi teh dalam keadaan panas (bukan hangat), maka ada baiknya menyimak penelitian yang dilakukan oleh
the Tehran University of Medical Sciences dan baru dipublikasikan pada akhir bulan Maret 2009 di
British Medical Journal (BMJ) ini.
Esofagus merupakan saluran cerna yang berada di tenggorokan yang menghubungkan rongga mulut dengan lambung. Kanker pada esofagus menyebabkan kematian pada sekitar setengah juta pasien di seluruh dunia tiap tahunnya. Penyebab utamanya adalah penggunaan tembakau (termasuk rokok) dan alkohol. Namun selain faktor tersebut ada faktor lainnya yang mungkin belum / baru diketahui seperti kebiasaan minum teh dalam keadaan panas.
Penelitian dilakukan di Iran sebab merupakan daerah dengan insiden kanker esofagus yang tinggi, di mana insiden pada pria dan wanita sebanding, tapi merupakan daerah dengan tingkat konsumsi tembakau dan alkohol yang rendah. Salah satu kebiasaan penduduk di daerah tersebut adalah mengkonsumsi teh panas.
Penelitian ini melibatkan 300 pasien kanker esofagus dan 571 sukarelawan sehat. Kemudian dilakukan survey atas pertanyaan kebiasaan minum teh dan berapa lama teh didiamkan dulu sebelum diminum. Hasil penelitian ini menunjukkan :
- Dibandingkan orang yang mengkonsumsi teh dalam keadaan hangat / suam kuku (65 derajat celcius atau kurang), orang yang mengkonsumsi teh dalam kedaaan panas (65 – 69 derajat celcius) memiliki peningkatan risiko timbulnya kanker esofagus sebesar 2 kali lipat.
- Sedangkan orang dengan kebiasaan mengkonsumsi teh dalam kedaaan sangat panas (70 derajat celcius atau lebih) memiliki peningkatan risiko timbulnya kanker esofagus sebesar 8 kali lipat.
- Tidak ada hubungan antara banyaknya konsumsi teh dengan risiko timbulnya kanker esofagus.
- Para peneliti menyimpulkan bahwa kebiasaan mengkonsumsi teh dalam keadaan panas sangat berhubungan dengan peningkatan timbulnya kanker esofagus.
Mengapa demikian? Belum diketahui dengan jelas hubungan konsumsi teh panas dengan tingginya risiko kanker esofagus, namun dihipotesiskan bahwa kerusakan jaringan akibat panas (thermal injury) dapat menyebabkan kanker epitelial.
Para peneliti menyarankan agar menunggu beberapa menit hingga teh menjadi hangat (sudah tidak panas) sebelum diminum guna menghindari peningkatan risiko timbulnya kanker esofagus ini. Konsumsi teh bukan merupakan kebiasaan yang merugikan kesehatan, hanya saja perlu ditunggu agar teh panas menjadi hangat dan aman untuk diminum.